Lima Kebiasaan yang Berefek Buruk Bagi Otak
Lima Kebiasaan yang Berefek Buruk Bagi Otak
Baca juga info : info
kursus bahasa inggris
Otak merupakan salah satu organ di tubuh manusia yang dapat mengontrol
sebagian besar aktivitas tubuh, termasuk pikiran, ingatan, dan ucapan.
Selain itu, otak juga mengendalikan fungsi banyak organ di dalam tubuh.
Artinya, otak bertanggung jawab untuk hampir setiap fungsi di dalam
tubuh.
Menjaga otak tetap sehat sama pentingnya dengan menjaga organ
lainnya. Maka, jika otak mengalami kerusakan hal ini dapat mempengaruhi
pikiran, ingatan, sensasi, bahkan kepribadian seseorang.
Ketika
seseorang menjadi tua, semua sistem tubuh secara bertahap menurun,
termasuk otak. Dan ketika otak berubah seiring bertambahnya usia, fungi
mental juga ikut berubah seiringan dengan hal itu.
Baca juga info : kursus
bahasa inggris di al azhar pare
Untuk
itu, membuat pilihan gaya hidup yang lebih sehat menjadi semakin penting
seiring dengan bertambahnya usia agar membantu menjaga pikiran dan
tubuh tetap sehat. Meski, sering kali tanpa disadari seseorang masih
melakukan beberapa hal yang dapat berefek buruk pada kesehatan otak.
Oleh
karena itu, dengan menghindari lima kebiasaan ini, dapat membantu
mengurangi risiko pada otak dalam jangka panjang dan menjaga otak tetap
sehat, serta berfungsi dengan baik.
1. Konsumsi gula tinggi
Mengonsumi
gula secara berlebihan, bukan hanya dapat meningkatkan berat badan dan
kesehatan tubuh. Tetapi, juga dapat memiliki efek negatif pada kesehatan
otak, terkait kekurangan memori dan kognitf.
Baca juga info : info
kursus bahasa inggris mudah
2. Melewati sarapan
Sebuah
penelitian menunjukan bahwa melewatkan sarapan dapat mencegah otak
mendapatkan nutrisi yang cukup dan berakibat negatif pada fungsi
kognitif. Hal ini juga dapat mengakibatkan otak membuat pilihan makanan
yang buruk di kemudian hari.
Baca juga info : kursus bahasa
inggris di pare
3. Penggunaan ponsel yang berlebihan
Sebuah
studi yang dilakukan All India Institute of Medical Sciences (AIIMS)
menemukan peningkatan risiko tumor otak pada paparan jangka panjang
terhadap radiasi ponsel. Selain itu, para peneliti juga menghubungkan
penggunaan ponsel yang tinggi dapat menyebabkan gangguan tidur dan
gejala depresi pada pria.
4. Kurang tidur
Kurang
tidur memiliki efek buruk pada otak. Sebuah penelitian yang dilakukan
WHO menemukan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan kerusakan pada otak
dan mengakibatkan kehilangan ingatan sejak dini atau penyakit Alzheimer.
Hal ini terjadi karena tidur memungkinkan otak untuk membersihkan diri
dari racun yang mungkin terbentuk selama tubuh terjaga.
Namun,
proses ini tidak terjadi ketika seseorang kurang tidur sehingga
menyebabkan kerusakan pada otak. Oleh karena itu, tidur yang cukup
sangat penting untuk menjaga otak tetap sehat.
5. Makan berlebihan
Makan
berlebihan tidak hanya mengakibatkan kegemukan, tetapi juga dapat
mengurangi fungsi otak. Sebuah studi yang dipresentasikan pada pertemuan
tahunan American Academy of Neurology menyarankan bahwa asupan kalori
yang tinggi dari waktu ke waktu sebenarnya dapat meningkatkan
kemungkinan seseorang mengalami kehilangan memori atau gangguan kognitif
ringan di kemudian hari

Comments
Post a Comment