5 Kesalahan Perawatan Wajah yang tak Disadari
5 Kesalahan Perawatan Wajah yang tak Disadari
Baca juga info : kursus bahasa
inggris
Rutinitas perawatan kulit memegang peranan penting dalam menjaga
kesehatan dan kecantikan kulit secara jangka panjang. Sayangnya, tak
semua orang melakukan rutinitas perawatan kulit dengan benar.
Kesalahan dalam melakukan rutinitas perawatan kulit dapat membuat
hasil perawatan menjadi kurang maksimal. Ahli dermatologi dari Harley
Medical Group Dr Justine Hextall mengatakan setidaknya ada lima
kesalahan rutinitas perawatan kulit yang jarang disadari masyarakat.
Berikut ini adalah kelima kesalahan rutinitas perawatan kulit tersebut
seperti dilansir Netdoctor.
Rutinitas Perawatan Kulit Terlalu Rumit
Hextall
mengatakan sekitar 50 persen dari pasien yang ia temui menjalani
perawatan kulit dengan kebiasaan yang terlalu rumit. Saking rumitnya,
rutinitas perawatan kulit tersebut justru merusak pelindung kulit (skin
barrier) dan membuat pH alami kulit menjadi tak seimbang.
Baca juga info : kursus
bahasa inggris di al azhar pare
"Penawaran perawatan kulit saat ini lebih banyak dibandingkan yang pernah ada sebelumnya," ungkap Hextall.
Di
saat yang sama, Hextall mengatakan masyarakat juga cenderung lebih suka
mencoba-coba perawatan kulit dibandingkan dulu. Hal ini semakin menjadi
tren dengan mudahnya akses terhadap akun-akun media sosial yang
mengulas masukan seputar perawatan kulit dan kecantikan.
Hextall
menilai masyarakat perlu lebih waspada ketika memilih produk perawatan
kulit dan menjauhi kecenderungan coba-coba. Alasannya, Hextall menemukan
cukup banyak masalah kulit pada pasien berusia 20-an hingga 30-an tahun
yang diakibatkan dari berganti-ganti produk dan kebiasaan perawatan
kulit.
Hextall mengatakan lebih baik memilih produk yang
memang cocok dengan kulit dan tidak berganti produk perawatan kulit
sebelum satu minggu. Ia mengatakan hasil perawatan biasanya membutuhkan
waktu sekitar enam minggu untuk menunjukkan hasil. Karena itu,
diperlukan komitmen dari pengguna agar tetap rutin menjalani perawatan
kulit yang dirasa cocok hingga menunjukkan hasil yang bak.
"Perlu diingat bahwa penggunaan terus-menerus diperlukan untuk menjaga hasilnya," jelas Hextall.
Tidak Menyesuaikan Usia
Kulit
akan berubah seiring dengan bertambahnya usia, begitu pula dengan
kebiasaan perawatan yang dibutuhkan kulit. Kebiasaan perawatan kulit
yang biasa digunakan oleh seseorang ketika masih berusia 20-an tahun tak
akan bekerja dengan baik ketika digunakan saat ia berusia 40 tahun.
Hextall
mengatakan perubahan kulit biasanya mulai bisa terlihat ketika
seseorang memasuki usia 30-an tahun. Beberapa perubahan yang bisa
diamati adalah kulit terlihat kurang terhidrasi dan kerutan yang semula
terlihat halus mulai terlihat lebih nyata. Beberapa tanda lainnya adalah
kulit mulai kendur, muncul bintik penuaan dan urat vena mulai terlihat.
"Di
usia 40-an, saya meyakini kulit kita mulai merefleksikan hasil dari
gaya hidup dan perwatan kulit kita sebelumnya," tambah Hextall.
Baca
juga info : daftar kursus kampung inggris pare
Oleh
karena itu, kebiasaan perawatan kulit perlu disesuaikan dengan usia
agar manfaat yang didapatkan dari perawatan kulit sesuai dengan
kebutuhan. Hextall mengatakan penggunaan serum antioksidan dan penerapan
pola makan kaya akan antioksidan perlu dilakukan ketika tanda-tanda
perubahan penuaan mulai muncul. Penggunaan tabir surya juga cukup
penting dilakukan.
Gaya Hidup Tak Sehat
Rutinitas
dalam perawatan kulit memang penting untuk menunjang kesehatan dan
kecantikan kulit, namun itu bukan satu-satunya. Gaya hidup juga memegang
peranan penting dalam menentukan kesehatan dan kecantikan kulit.
Beberapa gaya hidup yang perlu ditinggalkan karena dapat merusak kulit
adalah paparan sinar UV, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, paparan
polusi di perkotaan, stres kronis hingga kurang tidur.
Sebagai
contoh, kebiasaan merokok dapat menyebabkan dehidrasi pada kulit.
Penggunaan pelembap tidak akan dapat memperbaiki dehidrasi pada kulit
yang disebabkan kebiasaan merokok.
"Jika Anda ingin kulit yang baik, Anda harus memperhatikan faktor-faktor gaya hidup ini juga," ungkap Hextall.
Tidak Menjadikan Facial Rutinitas
Perawatan
kulit dapat memberi manfaat yang baik dalam menjaga agar kulit awet
muda dan bersinar. Facial biasa untuk membuang sel kulit mati dan
menghidrasi kulit cukup baik dilakukan. Namun, kunci terpenting adalah
berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk menentukan jenis
perawatan kulit yang baik dan tepat.
"Termasuk bertanya soal rutinitas perawatan kulit terbaik untuk kulit Anda," jelas Hextall.
Mengabaikan Keamanan
Penggunaan
botox atau filler dapat membuat kulit tampak lebih kencang dan
memperlambat efek penuaan. Namun, Hextall menekankan pentingkan
konsultasi dengan ahli sebelum menjalani terapi kecantikan. Augmentasi
bibir misalnya, dapat membuat tampilan wajah menjadi tidak seimbang jika
tak dilakukan oleh praktisi medis bersertifikat.
"Keamanan adalah kuncinya di sini, dan saya selalu mengatakan lebih sedikit lebih baik," tukas Hextall.
Baca juga info : info
kursus bahasa inggris mudah
Comments
Post a Comment